Saat banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat di akhir tahun 2025, banyak perhatian tertuju pada rumah yang rusak, jalan yang terputus, dan keluarga yang harus mengungsi.
Namun, ketika air mulai surut dan pemberitaan perlahan mereda, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian: pendidikan anak-anak.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per Februari 2026 mencatat sebanyak 4.922 satuan pendidikan di wilayah Sumatera terdampak bencana, termasuk 3.120 sekolah di Aceh, yang mempengaruhi lebih dari 707.161 murid dan 59.620 guru.
Bagi anak-anak, kehilangan sekolah bukan sekadar kehilangan bangunan, melainkan hilangnya rasa aman, rutinitas, harapan dan kepastian akan masa depan.
Ada sekolah yang hanya memiliki 4 ruang kelas untuk digunakan oleh siswa kelas 1 hingga 6 dan tanpa fasilitas toilet. Setiap harinya, anak-anak harus belajar bergantian dengan sistem shift agar seluruh siswa tetap bisa mengikuti proses belajar. Bahkan, untuk mencapai area sekolah tersebut bukan hal yang mudah. Perjalanan harus ditempuh selama berjam-jam melalui jalur perkebunan dan jalur off-road yang sulit dilalui, lalu dilanjutkan dengan menyusuri jalur air menggunakan perahu.
Maudy Ayunda berkolaborasi bersama Save the Children Indonesia memilih untuk hadir langsung dan memulai aksi nyata.
Melalui dukungan literasi dan pembangunan Temporary Learning Space (TLS) atau Ruang Belajar Sementara di Aceh.
Ini merupakan langkah awal dan kebutuhan masih jauh lebih besar.
Ruang-ruang yang sudah berdiri saat ini masih belum mampu menampung seluruh anak yang terdampak. Masih banyak dari anak-anak yang terpaksa belajar di ruang seadanya, bergantian, atau bahkan belum bisa kembali bersekolah sama sekali.
Kita butuh lebih banyak ruang agar tidak ada satu pun anak yang tertinggal.
Saat ini, kebutuhan yang masih mendesak meliputi:
- 247.383 Unit Meubeler: agar anak-anak memiliki tempat belajar yang lebih layak
- 326.849 Perlengkapan Belajar : untuk mendukung proses belajar anak-anak
Bantu Bangun Ruang Belajar Sementara
- Membangun lebih banyak TLS yang aman dan layak di wilayah yang belum terjangkau.
- Menyediakan School Kits agar anak-anak punya perlengkapan untuk belajar.
- Dukungan Psikososial untuk memulihkan trauma anak-anak pascabencana.
- Akses air bersih dan sanitasi di sekolah-sekolah sementara.
Ketika bertemu langsung dengan anak-anak di Aceh Tamiang, saya semakin menyadari bahwa ruang belajar memiliki arti yang jauh lebih besar bagi anak-anak pascabencana. Bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga ruang bagi mereka untuk kembali merasa aman, membangun rutinitas, bertemu teman-teman, dan perlahan memulihkan semangat mereka.
— Maudy Ayunda, Pendiri Maudy Ayunda Foundation
Satu kebaikanmu wujudkan ruang belajar untuk mereka hari ini.