Bayangkan jika sekolah harus terhenti karena banjir, rumah harus ditinggalkan karena longsor, atau anak harus mengungsi ketikan bencana datang.
Krisis iklim bukan lagi ancaman di masa depan, dampaknya sudah dirasakan hari ini, dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan, termasuk hak mereka untuk belajar. Karena itu, pendidikan tidak boleh berhenti.
Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memahami perubahan iklim, mengenali risikonya, menjaga lingkungan, dan ikut mencari solusi bagi bumi yang mereka tinggali.
Bantu Hadirkan Pendidikan Tentang Iklim untuk Anak Indonesia
Save the Children bersama Kompas Gramedia akan menghadirkan buku “Anak-anak Penjaga Bumi”, sebuah buku yang mengangkat cerita, pengalaman, dan gagasan anak-anak dan remaja dari 8 provinsi yang telah mengambil aksi untuk menjaga lingkungan.
Buku ini bukan sekadar bacaan. Ini adalah cara untuk membawa pendidikan dan literasi iklim lebih dekat kepada anak-anak.
Melalui buku ini, anak-anak dapat:
- memahami apa yang terjadi pada bumi dan lingkungan mereka;
- belajar mengenali risiko bencana dan perubahan iklim;
- melihat bahwa anak-anak seusia mereka juga bisa menjadi bagian dari solusi;
- mendapatkan inspirasi untuk berani bersuara dan mengambil aksi.
Buku ini:
- Ditulis langsung oleh anak-anak dan remaja anggota Aksi Generasi Iklim dari 8 provinsi
- Menceritakan aksi, pembelajaran, dan harapan mereka untuk menyelamatkan bumi
- Didampingi secara profesional oleh Penulis dan Akademisi dan Kompas Gramedia dalam proses penulisan dan penerbitan
Namun, buku ini masih dalam proses untuk diwujudkan.
Dukungan Sahabat dibutuhkan untuk membantu produksi, penerbitan, dan distribusinya kepada 4.000 anak dan orang muda di sekolah dan komunitas, termasuk anak-anak di wilayah rawan dan terdampak bencana.
Karena setiap anak berhak punya kesempatan untuk belajar tentang masa depannya.
Buku “Anak-anak Penjaga Bumi” direncanakan terbit pada November 2026, bertepatan dengan Hari Anak Sedunia, dan ditargetkan menjangkau 4.000 anak dan orang muda di sekolah serta komunitas, termasuk di wilayah rawan dan terdampak bencana iklim.
Dampak Donasi Sahabat
Dengan dukungan donasi Sahabat, kita dapat:
- Memproduksi, menerbitkan, dan mendistribusikan buku “Anak-anak Penjaga Bumi”.
- Memperluas akses pendidikan dan literasi iklim bagi anak melalui buku, pelatihan, dan kampanye.
- Memperkuat upaya advokasi agar kebijakan pemerintah lebih responsif terhadap krisis iklim dan hak anak
Dukung Gerakan #AksiGenerasiIklim Hari Ini
Bersama Kompas Gramedia, Save the Children mengajak Sahabat untuk mendukung dan memperkuat suara anak melalui terwujudnya buku “Anak-anak Penjaga Bumi”. Karena suara anak hari ini adalah suara bumi kita di masa depan. Donasi sekarang dan dukung literasi iklim dan gerakan #AksiGenerasiIklim!
Tentang Gerakan #AksiGenerasiIklim
Sejak 2022, Save the Children telah menginisiasi gerakan #AksiGenerasiIklim (AGI), sebuah gerakan yang melibatkan anak-anak dan orang muda dari 8 provinsi di Indonesia untuk bersuara, bergerak, dan mengambil peran nyata dalam menghadapi krisis iklim.
Melalui Aksi Generasi Iklim, anak-anak dan orang muda:
• Mendapatkan literasi mengenai krisis iklim dan dampaknya bagi anak.
• Melakukan aksi nyata di komunitas yang berdampak bagi bumi.
• Menyuarakan aspirasi dan solusi kepada para pengambil kebijakan

Kisah Nyata Inspiratif: Perjalanan Dimas sebagai Child Campaigner bersama Aksi Generasi Iklim
Salah satu cerita inspiratif datang dari Dimas salah satu juru Kampanye Anak dari Jakarta.
Dimas (18) awalnya hanya berniat untuk memperoleh nilai bagus semasa sekolahnya, setelah bergabung menjadi Child Campaigner (Juru kampanye anak), ia tidak menyangka akan mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman.
”Waktu itu Kak Dilla sempat menjelaskan tentang usaha menstabilkan suhu bumi. Dari penjelasan itu, ekspektasiku gede banget dan selaras dengan yang diceritain. Aku merasa sayang kalau hal-hal seperti itu tidak banyak didengar dan diketahui,” ungkap Dimas.
Ia bersama Child Campaigner Jakarta melaksanakan program SEKANTIK (Sekolah Anti Jentik Nyamuk) dan EKA (Edukasi, Kawan Bercerita, dan Aksi). Selama program berjalan, ia mendengarkan cerita tentang dampak perubahan iklim yang mereka rasakan seperti peningkatan curah hujan yang menyebabkan kubangan dan banjir.
Ini baru cerita Dimas yang menjadi Child Campaigner dari Jakarta. Masih ada banyak kisah lainnya dari 8 Provinsi yang dapat menginspirasi anak-anak dan remaja untuk menjadi Penjaga Bumi.
Dukung Gerakan #AksiGenerasiIklim Hari Ini
Bersama Kompas Gramedia, Save the Children mengajak Sahabat untuk mendukung dan memperkuat suara anak melalui terwujudnya buku “Anak-anak Penjaga Bumi”.
Karena suara anak hari ini adalah suara bumi kita di masa depan.
Donasi sekarang dan dukung literasi iklim dan gerakan #AksiGenerasiIklim!
Dapatkan e-Certificate setiap pemberian kontribusi minimal Rp150.000 di Save the Children Indonesia.

- Pastikan data yang Sahabat masukkan saat mengisi formulir pembayaran sudah benar.
- Hubungi WhatsApp care kami di tombol pojok kanan bawah atau melalui email ke membercare.id@savethechildren.org dengan format berikut:"
Hai saya (XX) ingin request e-certificate atas kontribusi saya." - Serta mohon lampirkan bukti pembayaran.
- Team Member Care kami siap membantu untuk memproses e-certificate maksimal 2x24 jam (jam kerja).